Muliakan Anak Yatim di Bulan Muharam, BMH ULZ Kebumen Salurkan Program Muharram Berbagi dalam 4 agenda
Artikel Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 3 months ago
Mengetuk Pintu Langit di Waktu Subuh: Lailatul Ijtima’ Ditutup dengan Salam, Doa, dan Semangat Perjuangan
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 5 months ago
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Berita Kegiatan Terkini Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 5 months ago
Sekretaris Tidak Sekadar Menulis Surat: DPW Hidayatullah DIY–Jatengbagsel Buka Cakrawala Baru Organisasi
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler- Est 1 min
- 0 Views
- 5 months ago
Kaji Geopolitik, Ustadz Fathurrahman Ajak Kader Hidayatullah DIY-Jateng Selatan Kedepankan Sikap Wasatiyyah
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler- Est 2 min
- 0 Views
- 6 months ago
Halaqah MZ & BMH Kebumen Kembali Digelar, Perkuat Ruhiyah Amil dan Asatidzah
Berita Kegiatan Terkini- Est 2 min
- 0 Views
- 6 months ago
Top 10 News
Kolaborasi LAZNAS BMH dan Pemkab Kebumen Hadirkan Rumah Sehat untuk Balita Pejuang TBC
Tebar Kepedulian di Hari Berkah, LAZNAS BMH Salurkan 200 Paket Makanan
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Sembako Dari ULZ BMH Kebumen untuk mbah Thoyibah
Halaqah MZ & BMH Kebumen Kembali Digelar, Perkuat Ruhiyah Amil dan Asatidzah
3 Dekade Menjemput Berkah, Menenun Sejarah: Jejak Langkah Sosok Perintis di Ujung Selatan Mataram
Kegiatan
Artikel
Muliakan Anak Yatim di Bulan Muharam, BMH ULZ Kebumen Salurkan Program Muharram Berbagi dalam 4 agenda
Artikel Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 3 months ago
Mengetuk Pintu Langit di Waktu Subuh: Lailatul Ijtima’ Ditutup dengan Salam, Doa, dan Semangat Perjuangan
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 5 months ago
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Berita Kegiatan Terkini Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 5 months ago
Risiko Menjadi Generalis: Antara Fleksibilitas dan Kehilangan Arah
Artikel Terkini Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 6 months ago
Silaturahim Syawal, Ada Apa di Baliknya ?”
Artikel Terkini Terpopuler Trending- Est 3 min
- 0 Views
- 7 months ago
Paradoks Solidaritas: Mengurai Benang Kusut Geopolitik di Balik Tragedi Palestina
Artikel Berita Terkini Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 7 months ago
Rakyat Palestina Salurkan Donasi untuk Iftar dan Sahur di Pesantren Hidayatullah Kebumen
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 7 months ago
Terkini
Posts
Analisis Ketahanan Finansial UMKM Sektor Kuliner di Tengah Fluktuasi Ekonomi Makro dan Dinamika Numismatika Uang Rupiah Emisi 2022
Stabilitas ekonomi makro Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Di tingkat mikro, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner bertindak sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang menyerap banyak tenaga kerja, namun sangat rentan terhadap guncangan biaya operasional dan fluktuasi harga bahan baku. Pada saat yang sama, dunia keuangan nasional diwarnai fenomena unik, di mana uang kertas rupiah pecahan emisi 2022 (tahun cetak 2026) yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian di kalangan kolektor numismatika.
Kenaikan harga BBM memberikan dampak langsung terhadap peningkatan biaya transportasi dan distribusi logistik bahan pangan, yang secara otomatis mendongkrak Harga Pokok Produksi (HPP) pada usaha kuliner. Peningkatan beban biaya energi ini mempersempit margin keuntungan para pelaku UMKM yang umumnya memiliki ruang terbatas untuk menaikkan harga jual demi menjaga daya beli konsumen. Lonjakan biaya mobilitas dan bahan bakar ini memaksa pelaku usaha melakukan penyesuaian.
Pergeseran pola pangan atau efisiensi alokasi modal kerja agar ketahanan finansial usaha tidak rapuh.
Selain BBM, gejolak dan pelemahan nilai tukar rupiah memperparah rantai pasok industri kuliner, terutama untuk komoditas bahan baku yang bergantung pada impor, seperti gandum, kedelai, dan bumbu olahan. Terjadinya inflasi dorongan biaya (cost-push inflation) mengurangi likuiditas dan daya tahan modal kerja UMKM karena harus mengeluarkan dana dalam jumlah lebih besar untuk volume bahan yang sama. Kombinasi kenaikan BBM dan volatilitas kurs rupiah membentuk tekanan ganda (double pressure) yang menguji resiliensi serta strategi manajemen risiko para pengusaha kuliner.
Di tengah pergerakan kebijakan moneter dan fiskal, muncul fenomena menarik ketika uang kertas rupiah pecahan Rp100.000 emisi 2022, tahun cetak 2026, yang ditandatangani mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, ramai diburu kolektor. Singkatnya, masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa memicu persepsi kelangkaan (scarcity) di pasar numismatika, sehingga menarik daya tarik kolektibel tinggi di komunitas daring. Meskipun demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa uang rupiah bertanda tangan Purbaya tersebut tetap berlaku sah sebagai alat pembayaran dengan nilai nominal yang sama sesuai undang-undang.
Menghadapi impitan biaya operasional akibat inflasi energi dan kenaikan harga bahan baku, pelaku UMKM sektor kuliner dituntut menerapkan strategi efisien berbasis resiliensi keuangan. Langkah adaptif seperti melakukan rekayasa porsi (portion control), restrukturisasi menu, hingga optimalisasi pemasaran digital melalui ekosistem e-commerce dan pembayaran cashless menjadi pilihan utama untuk menekan beban overhead. Pengelolaan arus kas (cash flow) yang fleksibel dan efisiensi modal kerja menjadi kunci utama agar UMKM kuliner mampu mempertahankan margin usaha tanpa mengorbankan kualitas produk serta loyalitas konsumen.
Di tengah perjuangan pelaku usaha menjaga daya beli riil masyarakat yang tergerus inflasi, timbul dinamika menarik terkait persepsi nilai atas instrumen moneter itu sendiri. Ketika nominal uang kertas rupiah yang dipegang UMKM dan masyarakat mengalami penurunan daya tukar riil terhadap barang dan jasa akibat gejolak ekonomi makro, uang fisik yang sama justru berpotensi mengalami lonjakan nilai subjektif-spekulatif di luar fungsi utamanya sebagai alat pembayaran. Penilaian nilai tambah simbolik ini menciptakan dualisme fungsi uang: sebagai media transaksi riil yang tertekan inflasi, sekaligus sebagai komoditas kolektibel bernilai tinggi.
Akibat persepsi kelangkaan.
Kesimpulannya, ketahanan finansial UMKM sektor kuliner sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengendalikan inflasi energi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah demi keberlanjutan rantai pasok. Sementara itu, munculnya nilai koleksi pada uang kertas bertanda tangan Purbaya menunjukkan bagaimana dinamika administrasi publik dapat menciptakan fenomena nilai tambah simbolis di pasar kolektor tanpa mengurangi fungsi primer uang sebagai alat tukar resmi. Kebijakan perlindungan UMKM dan kepastian regulasi moneter tetap menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Sumber Referensi
- ResearchGate
- Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)
- Banjarmasin Post / Tribunnews
- Republika / Detik Finance
Penulis : Athaya Efreza – Santri kelas IX SMP Integral Hidayatullah Kebumen
Teman Sehat vs Teman Toxic, Pilih Circle Yang Membuat Iman & Masa Depanmu Makin Keren!
Masa SMP merupakan masa ketika pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, bersikap, dan menentukan pilihan hidup. Teman bukan sekadar orang yang menemani kita tertawa atau menghabiskan waktu bersama, tetapi juga lingkungan yang perlahan membentuk karakter dan kebiasaan kita.
Ada teman yang membuat kita semakin semangat belajar, rajin beribadah, dan berani mengembangkan potensi diri. Namun, ada pula pertemanan yang justru membuat kita kehilangan arah, terbiasa melakukan hal-hal negatif, bahkan menjauh dari Allah SWT.
Karena itu, memilih teman bukan hanya tentang siapa yang paling seru diajak bercanda, tetapi juga tentang siapa yang membawa pengaruh baik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.
Dalam Islam, Rasulullah SAW mengibaratkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk seperti pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi membuat kita mendapatkan aroma yang harum, sementara berada di dekat pandai besi dapat membuat pakaian terkena bau yang tidak sedap atau bahkan terkena percikan api.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa lingkungan pertemanan dapat meninggalkan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap diri kita. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa seseorang mengikuti agama atau kebiasaan teman dekatnya. Oleh sebab itu, kita perlu memperhatikan siapa yang kita jadikan sahabat dan bagaimana pengaruh pertemanan tersebut terhadap perilaku serta keimanan kita.
Teman yang sehat adalah teman yang membantu kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Bersamanya, kita dapat menjadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain demi mendapatkan penerimaan. Ia tidak hanya hadir ketika suasana menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan kritik ketika kita menghadapi kesulitan.
Teman yang baik tidak merasa iri ketika kita berhasil, tidak merendahkan ketika kita melakukan kesalahan, dan tidak menjadikan kekurangan kita sebagai bahan ejekan. Ia juga berani mengingatkan ketika kita mulai lalai dalam beribadah, mengajak belajar bersama, serta menjaga rahasia dan kehormatan kita. Pertemanan seperti ini bukan berarti selalu setuju dalam segala hal, melainkan mampu saling menasihati dengan cara yang baik dan tetap menghargai satu sama lain.
Sebaliknya, pertemanan menjadi tidak sehat ketika di dalamnya terdapat kebiasaan merendahkan, menyebarkan rahasia, berbohong, memanipulasi, atau memaksa seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai dan keyakinannya.
Teman yang terus-menerus mengejek, mempermalukan, atau membuat kita takut untuk menyampaikan pendapat dapat memberikan pengaruh buruk terhadap rasa percaya diri dan ketenangan hati. Begitu pula jika seseorang hanya datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi menghilang saat kita membutuhkan dukungan.
Terlebih lagi, apabila pertemanan tersebut mendorong kita untuk bolos, menyontek, meninggalkan kewajiban, atau melakukan perbuatan yang dilarang agama, kita perlu berani mengevaluasi hubungan tersebut. Dalam Islam, persahabatan seharusnya dibangun di atas kejujuran, kasih sayang, saling menghormati, dan ajakan pada kebaikan.
Jika kita merasa berada dalam pertemanan yang kurang sehat, kita tidak harus menyelesaikannya dengan pertengkaran atau permusuhan. Kita dapat mulai dengan mengenali hal-hal yang membuat tidak nyaman, menyampaikan batasan secara baik-baik, dan mengurangi keterlibatan dalam kegiatan yang membawa pengaruh buruk. Menjaga jarak bukan berarti membenci seseorang, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar tetap dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Kita juga bisa memperluas lingkungan pertemanan melalui kegiatan positif, seperti organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, belajar bersama, atau komunitas yang mendukung perkembangan diri. Jika menghadapi tekanan, perundungan, atau situasi yang sulit diselesaikan sendiri, jangan ragu meminta bantuan orang dewasa yang dipercaya.
Pada akhirnya, teman yang baik bukanlah teman yang selalu membenarkan semua tindakan kita, melainkan teman yang membantu kita mengenali kesalahan dan memperbaikinya tanpa merendahkan harga diri. Persahabatan yang sehat membuat kita merasa dihargai, memiliki ruang untuk berkembang, dan terdorong menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Penulis : Mas Izy & Mas Fawwaz – Santri Kelas 8 SMP Integral Hidayatullah Kebumen
Kolaborasi LAZNAS BMH dan Pemkab Kebumen Hadirkan Rumah Sehat untuk Balita Pejuang TBC
Harapan baru hadir bagi Adik Daffi As Soleh (3), balita yang tengah berjuang melawan tuberkulosis (TBC). Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kebumen, BMH, dan sejumlah lembaga zakat, rumah yang ditempatinya bersama keluarga kini direnovasi menjadi hunian yang lebih sehat sebagai bagian dari ikhtiar mendukung proses pemulihan kesehatannya.
Program Bedah Rumah tersebut diperuntukkan bagi keluarga Bapak Sumeri yang tinggal di Dukuh Krajan, Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen.
Rumah hasil renovasi diresmikan pada Rabu (22/7/2026) sebagai wujud sinergi berbagai pihak dalam mendukung penanggulangan TBC melalui penyediaan lingkungan tempat tinggal yang layak, sehat, dan nyaman.

Ketua Unit Layanan Zakat (ULZ) BMH Kebumen, Ismoyo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam merealisasikan program tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada para donatur serta seluruh mitra yang telah bersinergi. Kepedulian dan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih terus hidup untuk membantu meringankan beban keluarga Bapak Sumeri,” ujar Ismoyo.

Bapak Sumeri sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas bongkar muat genteng dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga membuat impian memiliki rumah yang layak huni sulit diwujudkan tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak.
Kini, melalui sinergi pemerintah daerah, BMH, lembaga zakat, dan para donatur, keluarga tersebut dapat menempati rumah yang lebih sehat dan layak.
Lingkungan hunian yang baik diharapkan dapat mendukung proses penyembuhan Adik Daffi sekaligus meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

Ismoyo berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kesembuhan bagi Adik Daffi serta menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan pihak yang telah bergotong royong mewujudkan rumah sehat ini. Semoga semakin banyak kolaborasi kebaikan yang dapat menghadirkan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan,” pungkasnya.

