Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Berita Kegiatan Terkini Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 7 days ago
Sekretaris Tidak Sekadar Menulis Surat: DPW Hidayatullah DIY–Jatengbagsel Buka Cakrawala Baru Organisasi
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler- Est 1 min
- 0 Views
- 2 weeks ago
Halaqah MZ & BMH Kebumen Kembali Digelar, Perkuat Ruhiyah Amil dan Asatidzah
Berita Kegiatan Terkini- Est 2 min
- 0 Views
- 2 months ago
Rakyat Palestina Salurkan Donasi untuk Iftar dan Sahur di Pesantren Hidayatullah Kebumen
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 3 months ago
RAKERDAGAB DPD Hidayatullah Rayon Barat Teguhkan Sinergi dan Integrasi Program Umat
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 3 months ago
Top 10 News
Tebar Kepedulian di Hari Berkah, LAZNAS BMH Salurkan 200 Paket Makanan
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Sembako Dari ULZ BMH Kebumen untuk mbah Thoyibah
Halaqah MZ & BMH Kebumen Kembali Digelar, Perkuat Ruhiyah Amil dan Asatidzah
3 Dekade Menjemput Berkah, Menenun Sejarah: Jejak Langkah Sosok Perintis di Ujung Selatan Mataram
Rakyat Palestina Salurkan Donasi untuk Iftar dan Sahur di Pesantren Hidayatullah Kebumen
RAKERDAGAB DPD Hidayatullah Rayon Barat Teguhkan Sinergi dan Integrasi Program Umat
Kegiatan
Artikel
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
Berita Kegiatan Terkini Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 7 days ago
Risiko Menjadi Generalis: Antara Fleksibilitas dan Kehilangan Arah
Artikel Terkini Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 2 months ago
Silaturahim Syawal, Ada Apa di Baliknya ?”
Artikel Terkini Terpopuler Trending- Est 3 min
- 0 Views
- 2 months ago
Paradoks Solidaritas: Mengurai Benang Kusut Geopolitik di Balik Tragedi Palestina
Artikel Berita Terkini Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 2 months ago
Rakyat Palestina Salurkan Donasi untuk Iftar dan Sahur di Pesantren Hidayatullah Kebumen
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 3 months ago
Ramadhan Momentum Emas Memutus Rantai Kebiasaan Buruk
Artikel Terkini Terpopuler Trending- Est 5 min
- 0 Views
- 3 months ago
Terkini
Posts
Tebar Kepedulian di Hari Berkah, LAZNAS BMH Salurkan 200 Paket Makanan
Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali dihadirkan BMH melalui program Jum’at Berkah yang digelar pada Jumat (22/5) di Masjid Darul Iman, Jalan Joko Sangkrip 1,2 KM, Kebumen.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 paket makanan siap santap dibagikan kepada masyarakat sekitar usai salat Jumat.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB ini disambut antusias oleh warga.
Program Jum’at Berkah menjadi salah satu ikhtiar rutin BMH dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pada hari Jumat yang penuh keberkahan.
Makruf selaku Amil Prodaya menyampaikan bahwa program ini telah menjadi bagian dari komitmen BMH dalam menumbuhkan semangat kepedulian dan budaya berbagi di tengah masyarakat.

“Program ini adalah program rutin yang BMH salurkan. Kami menjadi salah satu pelopor di Kota Kebumen saat program seperti ini masih jarang sekali ada. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hampir setiap masjid sudah mengadakan program Jumat berbagi. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi BMH dan para donatur,” ujarnya.
Menurutnya, keberlangsungan program Jum’at Berkah tidak lepas dari dukungan para donatur yang terus mempercayakan amanah kebaikannya melalui BMH. Karena itu, program ini diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran program ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Amin Ghofur, S.Pd., warga Tamanwinangun yang berprofesi sebagai guru, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada BMH serta para donatur.
“Terima kasih kami sampaikan kepada BMH dan para donatur yang telah menjadikan program Jum’at Berkah ini selalu hadir untuk masyarakat. Semoga ke depan lebih banyak lagi donatur yang ikut serta sehingga BMH bisa memperluas daerah penyaluran,” tuturnya.
Melalui program Jum’at Berkah, BMH berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.
Program ini rutin disalurkan setiap akhir bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata di berbagai wilayah.
Mengetuk Pintu Langit di Waktu Subuh: Lailatul Ijtima’ Ditutup dengan Salam, Doa, dan Semangat Perjuangan
Kebumen — Udara dini hari yang sejuk di Pondok Pesantren Hidayatullah Kebumen terasa begitu hidup pada Sabtu, 23 Mei 2026. Setelah malam sebelumnya diisi dengan penguatan ruhiyah dan perjuangan, rangkaian Lailatul Ijtima’ berlanjut hingga waktu Subuh dalam suasana yang hangat, khidmat, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat tahajjud berjamaah yang diikuti para kader, jamaah, santri, dan asatidzah di Masjid Darul Iman. Dalam keheningan malam, lantunan doa dan munajat terasa begitu syahdu, menghadirkan suasana spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta.
Usai menunaikan sholat Subuh berjamaah dan dzikir pagi bersama, suasana kemudian berubah menjadi lebih segar dan penuh semangat ketika seluruh peserta mengikuti riyadhah ringan yang langsung dipandu oleh K.H. Akhmad Yunus, M.Pd.I. Dengan gaya khas yang hangat dan membangkitkan semangat, beliau mengajak seluruh peserta untuk menggerakkan badan sekaligus menyegarkan jiwa sebelum memasuki kajian utama.
Pada sesi kajian Subuh, Abah Yai Akhmad Yunus menyampaikan materi bertajuk:
“Mengetuk Pintu Langit, Menebar Damai di Bumi: Urgensi Salam dan Doa”
Dalam kajiannya, beliau mengingatkan bahwa salam dan doa bukan sekadar rutinitas lisan atau formalitas sosial, melainkan bagian penting dari kekuatan ruhiyah seorang muslim. Salam adalah pintu kasih sayang dan persaudaraan, sedangkan doa adalah bentuk penghambaan sekaligus senjata terbesar orang beriman.
Dengan bahasa yang ringan namun menyentuh, beliau mengajak seluruh peserta untuk kembali menghidupkan budaya salam di tengah masyarakat serta memperkuat keyakinan terhadap kedahsyatan doa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan perjuangan dakwah.
Beberapa peserta tampak larut dalam suasana perenungan ketika beliau menyampaikan bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk menebar salam sebagai jalan menghadirkan cinta dan kedamaian di tengah manusia.
Setelah kajian selesai, seluruh kader, jamaah, asatidzah, dan santri melanjutkan kebersamaan dengan sarapan pagi bersama di lingkungan kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kebumen. Suasana sederhana namun penuh kehangatan itu menjadi penutup indah dari rangkaian Lailatul Ijtima’ tahun ini.
Tak lama berselang, para asatidzah dan seluruh kader kembali mempersiapkan diri untuk melanjutkan amanah perjuangan di tempat pengabdiannya masing-masing—membawa pulang semangat baru, hati yang lebih kuat, dan ruh perjuangan yang kembali menyala.
Karena sejatinya, majelis seperti ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat hati-hati yang lelah kembali dikuatkan untuk terus berjalan di jalan dakwah dan pengabdian.
Lelaki Tidak Selalu Bercerita, Tapi Malam Itu Mereka Menguatkan Diri Bersama
ebumen — Suasana hangat penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Darul Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Kebumen pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Puluhan kader, jamaah, asatidzah, hingga para sesepuh Hidayatullah Kebumen berkumpul dalam agenda Lailatul Ijtima’, sebuah majelis penguatan ruhiyah dan perjuangan yang kembali menghidupkan semangat kebersamaan dalam dakwah.
Sekitar 60 kader tercatat hadir dalam agenda yang berlangsung dari ba’da Isya hingga menjelang Subuh tersebut. Dengan balutan baju koko dan gamis putih, para peserta memenuhi area masjid dalam suasana yang hangat namun penuh wibawa, menghadirkan pemandangan ukhuwah yang begitu kuat dan menenangkan.
Pada sesi pertama, majelis diisi oleh Ust. Fu’ad Fahruddin, M.Pd. yang membawakan tema:
“Laki-laki Tidak Bercerita, Laki-laki Berkorban”
Tema tersebut langsung mengetuk ruang batin para peserta. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh kader untuk memahami bahwa perjuangan seorang laki-laki tidak selalu tampak dalam kata-kata, tetapi hadir dalam tanggung jawab, keteguhan, dan pengorbanan yang sering kali sunyi dari pujian.
Beliau menegaskan bahwa dakwah tidak dibangun oleh orang-orang yang hanya pandai berbicara tentang idealisme, tetapi oleh mereka yang mampu bertahan di tengah lelah, tetap hadir meski sibuk, dan terus melangkah walau tidak selalu dimengerti.
“Kadang lelaki tidak punya tempat bercerita. Maka majelis seperti ini menjadi tempat untuk kembali menguatkan hati, meluruskan niat, dan mengingat bahwa perjuangan ini tidak dijalani sendirian,” kurang lebih demikian pesan yang begitu membekas di tengah para peserta.
Malam itu bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi ruang pertemuan hati-hati yang sedang berjuang. Tempat di mana para kader kembali diingatkan bahwa dakwah bukan hanya soal program dan kegiatan, tetapi tentang menjaga api keimanan agar tetap menyala di tengah beratnya kehidupan.
Kehadiran para sesepuh, asatidzah, dan seluruh kader lintas generasi juga menjadi simbol kuatnya sinergi dan ukhuwah perjuangan di tubuh Hidayatullah Kebumen. Tidak sedikit peserta yang tampak larut dalam suasana perenungan ketika materi berlangsung.
Melalui agenda Lailatul Ijtima’ ini, diharapkan lahir kembali semangat pengorbanan, keteguhan dalam dakwah, serta generasi kader yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara ruhiyah dan mental perjuangan.

