Kaji Geopolitik, Ustadz Fathurrahman Ajak Kader Hidayatullah DIY-Jateng Selatan Kedepankan Sikap Wasatiyyah

YOGYAKARTA – Mengawali momentum Syawal dengan semangat literasi dan konsolidasi, seluruh kader Hidayatullah se-DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan menggelar agenda Syawalan & Diskusi Geopolitik pada Jumat malam, 17 April 2026. Bertempat di Kampus Madya As-Sakinah, Yogyakarta, acara ini menjadi ajang refleksi sekaligus pembekalan strategis bagi para kader.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran sesepuh organisasi serta ratusan kader dari berbagai daerah di wilayah DIY-JATENG Bagian Selatan. Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Fathurrahman, A.Md., yang memberikan bedah situasi mengenai dinamika global yang tengah menghangat.

Dalam paparannya, Ustadz Fathurrahman menekankan pentingnya posisi Wasatiyyah bagi setiap kader Hidayatullah. Menurutnya, di tengah karut-marut geopolitik internasional saat ini, kader tidak boleh terjebak pada polarisasi ekstrem.

“Kader Hidayatullah harus mampu berdiri di posisi wasatiyyah. Ini bukan berarti tidak punya sikap, melainkan sikap yang adil, berimbang, dan berlandaskan wahyu dalam memandang setiap persoalan dunia,” ujar beliau.

Menariknya, materi geopolitik yang biasanya berat dapat dikemas oleh Ustadz Fathurrahman dengan analogi yang ringan dan relevan. Beliau memberikan contoh nyata bagaimana sikap wasatiyyah diterapkan dalam:

Filter Informasi: Tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks terkait konflik global.

Interaksi Sosial: Tetap santun dan solutif di tengah perbedaan pandangan politik.

Kemandirian Kader: Membangun kekuatan spiritual sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni global.

Kehadiran para sesepuh dalam agenda ini memberikan bobot spiritual tersendiri. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para kader muda diajak untuk lebih peka terhadap isu eksternal tanpa melupakan tugas internal dakwah di wilayah masing-masing.

Melalui agenda ini, diharapkan kader Hidayatullah DIY-Jateng Selatan pulang membawa perspektif baru: bahwa memahami geopolitik adalah bagian dari menjaga kedaulatan dakwah, dan sikap wasatiyyah adalah kunci untuk tetap relevan di zaman yang terus berubah.

Halaqah MZ & BMH Kebumen Kembali Digelar, Perkuat Ruhiyah Amil dan Asatidzah

Kebumen – Dalam upaya menjaga semangat juang dan memperkuat nilai-nilai ruhiyah dalam aktivitas dakwah sosial, halaqah rutin yang diselenggarakan oleh MZ (Mitra Zakat) dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kebumen kembali digelar pada Jumat, 10 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran amil dan asatidzah untuk kembali menyegarkan niat, memperkuat spiritualitas, serta meneguhkan komitmen dalam menjalankan amanah dakwah melalui bidang sosial. Halaqah ini dirancang sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi sarana penguatan hati dan kebersamaan dalam perjuangan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan ruhiyah, tazkiyatun nafs, serta pengingat akan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat untuk umat. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat aktivitas sosial sering kali menuntut tenaga dan pikiran yang besar, sehingga membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh.

Kegiatan halaqah ini juga menjadi simbol sinergi dakwah antara MZ dan BMH Kebumen dalam satu barisan perjuangan di bawah naungan Hidayatullah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran dakwah sosial yang tidak hanya berorientasi pada distribusi bantuan, tetapi juga pada pembinaan umat secara menyeluruh.

Dengan kembali dimulainya halaqah rutin ini, diharapkan seluruh amil dan asatidzah semakin memiliki semangat yang terjaga, hati yang kuat, serta visi yang selaras dalam mengemban misi dakwah. Tidak hanya sebagai pekerja sosial, tetapi sebagai pejuang dakwah yang menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Halaqah ini direncanakan akan terus berlangsung secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan ruhiyah dan soliditas perjuangan dalam dakwah sosial di Kebumen.

3 Dekade Menjemput Berkah, Menenun Sejarah: Jejak Langkah Sosok Perintis di Ujung Selatan Mataram

KEBUMEN – Matahari di ufuk Ujung Selatan Mataram bersinar lebih hangat pada Ahad, 5 April 2026. Di bawah naungan langit Kebumen yang teduh, sebuah pertemuan tak biasa digelar. Bukan sekadar jabat tangan Halal Bihalal, melainkan sebuah simfoni syukur atas tiga dasawarsa pengabdian yang lahir dari rahim kesabaran.

Ratusan pasang mata—mulai dari pejabat publik, para kyai dan ulama, wali santri, hingga para pejuang pendidikan di bawah bendera Hidayatullah Kebumen—berkumpul dengan satu rasa yang sama: Takzim. Mereka hadir untuk menyaksikan napak tilas seorang pejuang sunyi, Abah K.H. Akhmad Yunus, M.Pd.I., yang tepat hari ini genap 30 tahun mewakafkan seluruh detak hidupnya bagi ummat.

Bermodal Doa dan Sepeda Pinjaman

Mundur ke belakang, tiga puluh tahun silam bukanlah kemegahan gedung yang menyapa. Sejarah mencatat sebuah fragmen yang menggetarkan jiwa: seorang pemuda dengan tekad baja, menggenggam beberapa lembar Majalah Suara Hidayatullah bekas, menembus debu jalanan dengan sepeda ontel pinjaman dari kerabat jauh.

Tanpa peta kepastian, tanpa janji kesejahteraan, Abah Yunus muda mengetuk satu demi satu pintu rumah warga. Setiap kayuhan sepedanya adalah zikir, dan setiap keringat yang jatuh adalah benih doa. Beliau tidak sedang menawarkan proposal bangunan, melainkan menawarkan cahaya dakwah di atas alas keikhlasan yang paling dasar.

“Pencapaian hari ini bukanlah hadiah jatuh dari langit, melainkan akumulasi dari air mata yang tumpah di sujud-sujud malam dan langkah kaki yang tak pernah surut meski dihadang badai ketidakpastian.”

Menenun Cahaya dari Titik Nol

Kini, tiga puluh tahun kemudian, sepeda ontel itu telah bertransformasi menjadi deretan unit pendidikan yang kokoh dan lingkungan berjamaah yang mandiri. Namun, pesan yang ingin disampaikan dalam momentum ini sangatlah jelas bagi seluruh kader: Segala kemudahan yang dinikmati hari ini memiliki harga yang sangat mahal.

Gedung-gedung yang berdiri tegak adalah monumen dari mentalitas baja seorang perintis. Keistiqomahan Abah Yunus membuktikan bahwa ketika azzam sudah terpatri untuk mengabdi pada agama, maka Allah-lah yang akan menenun jalan-jalan keberkahan yang tak terduga.

Refleksi bagi Kader Masa Kini

Acara ini menjadi pengingat tajam sekaligus haru bagi seluruh guru, staf, dan kader Hidayatullah. Bahwa keberhasilan lembaga bukan semata-mata soal manajemen modern, melainkan soal “ruh” perjuangan yang belum tentu sanggup dipikul oleh semua orang.

Napak tilas ini mengajak setiap yang hadir untuk bertanya pada diri sendiri: Sanggupkah kita tetap bertahan ketika yang kita miliki hanyalah majalah bekas dan sepeda pinjaman, namun di dada kita ada keyakinan yang menggetarkan Arsy?

Halal Bihalal 2026 ini ditutup dengan doa yang menyentuh hati, memohon agar api perjuangan Abah Yunus dan seluruh asatidzah perintis di penjuru Indonesia terus menyala dalam jiwa-jiwa generasi penerus, agar sejarah yang ditenun dengan air mata ini tak lekang oleh zaman.

30 Tahun Yayasan Al-Iman: Bukan Sekadar Angka, Tapi Cerita Tentang Cinta yang Menemukan Jalan Pulang.

Rakyat Palestina Salurkan Donasi untuk Iftar dan Sahur di Pesantren Hidayatullah Kebumen

Kebumen — Sebuah kisah kepedulian yang menyentuh datang dari rakyat Palestina. Salah satu warga Palestina menyalurkan bantuan sebesar 700 USD atau hampir Rp.12.000.000,00 kepada Yayasan Al-Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Kebumen untuk mendukung penyediaan iftar dan sahur pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan di Masjid Darul Iman Kebumen.

Bantuan tersebut disampaikan melalui Syaikh Ahmad Abu Sharkh dari Palestina dan diterima langsung oleh K.H. Akhmad Yunus, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Kebumen. Penyerahan dilakukan pada Jumat, 13 Maret 2026, seusai pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Darul Iman Kebumen.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Ahmad Abu Sharkh menyampaikan rasa kebahagiaannya dapat turut berbagi dengan para santri dan jamaah di Kebumen, khususnya di tempat yang dipenuhi oleh para penghafal Al-Qur’an dan kaum muslimin yang melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi amal jariyah bagi rakyat Palestina, serta bagi mereka yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk mendukung kebaikan tersebut.

“Kami merasa sangat bahagia dapat berbagi di tempat yang dihuni para penghafal Al-Qur’an dan orang-orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan i’tikaf. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi rakyat Palestina dan bagi mereka yang telah mengumpulkan sebagian hartanya untuk kebaikan ini,” ungkap Syaikh Ahmad Abu Sharkh.

Sementara itu, K.H. Akhmad Yunus menyampaikan rasa hormat dan haru yang mendalam atas kepedulian yang datang dari saudara-saudara di Palestina. Menurut beliau, bantuan tersebut menjadi pengingat yang kuat bagi umat Islam tentang arti persaudaraan dan kepedulian lintas bangsa.

“Kami merasa sangat terhormat menerima amanah ini. Bahkan kami merasa malu, ketika saudara-saudara kita di Palestina yang berada dalam kondisi jauh dari berbagai kenikmatan yang kita rasakan, justru masih memiliki kepedulian untuk membantu hidangan berbuka dan sahur bagi saudara-saudaranya di Indonesia,” tutur beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan moral bagi umat Islam, khususnya masyarakat Indonesia, agar semakin menyadari kuatnya ikatan persaudaraan dengan rakyat Palestina.

Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan oleh rakyat Palestina ini membuktikan bahwa hubungan umat Islam tidak dibatasi oleh jarak geografis maupun kondisi ekonomi, melainkan dipersatukan oleh iman, kepedulian, dan semangat berbagi dalam kebaikan.

Program iftar dan sahur yang didukung oleh bantuan tersebut akan diperuntukkan bagi para santri penghafal Al-Qur’an, jamaah masjid, serta kaum muslimin yang melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan di Masjid Darul Iman Kebumen.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan berbuka dan sahur, tetapi juga menjadi penguat ukhuwah Islamiyah serta pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama umat Islam di berbagai penjuru dunia.

RAKERDAGAB DPD Hidayatullah Rayon Barat Teguhkan Sinergi dan Integrasi Program Umat

Kebumen — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hidayatullah Kebumen bersama DPD Purworejo, Cilacap, dan Banyumas menggelar Rapat Kerja Daerah Gabungan (RAKERDAGAB) pada Sabtu, 14 Februari 2026 M bertepatan dengan 26 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di Kampus SMP Integral Hidayatullah Kebumen dan dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur pimpinan dan kader.

RAKERDAGAB ini turut dihadiri Dewan Murabbi Wilayah DIY JATENGBAGSEL, Ustadz Akhmad Yunus, M.Pd.I.; Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Ust. Fuad Fachruddin; Kepala Departemen Perkaderan DPW DIY JATENGBAGSEL, Ust. Muji Haryono; serta Kepala Departemen Dakwah & Seni Budaya DPW DIY JATENGBAGSEL, Ust. Manshur.  Hadir pula seluruh jajaran pengurus DPD Kebumen dan DPD Rayon Barat lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh organisasi pendukung, di antaranya Pemuda Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA), serta seluruh DPC se-Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Kebumen, Ustadz Fakihuddin, menyampaikan harapan agar RAKERDAGAB ini mampu melahirkan peran-peran strategis yang aplikatif dan berdampak nyata di tengah umat. Ia menegaskan pentingnya kesamaan semangat juang dan kebersamaan dalam merealisasikan program kerja yang telah dirumuskan, sehingga setiap langkah perjuangan membawa keberkahan.

Sementara itu, Ust. Muji Haryono dalam arahannya menekankan bahwa perjuangan dakwah dan berbagai program kerja DPD, khususnya Cilacap dan Banyumas yang berada dalam pendampingannya, harus terintegrasi dengan kepemimpinan umum. Hal ini sejalan dengan manhaj Hidayatullah yang menguatkan jamaah dalam bingkai imaamah. Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kader serta menyelaraskan gerak organisasi dari pusat hingga daerah.

Berbagai program yang tengah diusung untuk pelayanan umat yang besar dan strategis diharapkan dapat berjalan selaras dengan semangat dan pergerakan para kader di masing-masing daerah. Sinergi lintas DPD ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat secara lebih luas dan terarah.

Acara berlangsung khidmat namun tetap serius. Untuk menjaga semangat dan antusiasme peserta, panitia juga menyelingi kegiatan dengan sesi gim kuis berhadiah yang menarik. Sesi ini berhasil mencairkan suasana sekaligus membuat peserta semakin semangat dan tidak merasa bosan.

Melalui RAKERDAGAB ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret yang semakin mengokohkan peran strategis Hidayatullah di wilayah DIY-JATENGBAGSEL Rayon Barat, sekaligus memperkuat barisan kader dalam mengemban amanah dakwah dan pelayanan umat secara berkelanjutan.

MUSCAGAB Hidayatullah se-Kabupaten Kebumen Berlangsung Khidmat dan Penuh Ghirah Dakwah

Kebumen — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Musyawarah Cabang Gabungan (MUSCAGAB) se-Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Masjid Darul Iman, Kampus SMP Integral Hidayatullah Kebumen.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 45 kader DPD Hidayatullah Kebumen yang berasal dari berbagai kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Kebumen. MUSCAGAB menjadi momentum strategis dalam mengokohkan konsolidasi organisasi serta menyatukan langkah dakwah di tingkat cabang.

Mengusung tema semangat dakwah dan penguatan tauhid dalam berkhidmat untuk umat, MUSCAGAB menegaskan kembali komitmen Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam musyawarah tersebut, dilakukan pelantikan tujuh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Kebumen, yaitu:

  1. DPC Kebumen
  2. DPC Pejagoan
  3. DPC Buluspesantren
  4. DPC Gombong
  5. DPC Klirong
  6. DPC Adimulyo
  7. DPC Alian

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran dakwah dan pelayanan umat di masing-masing wilayah cabang, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keikhlasan, profesionalisme, dan sinergi.

Secara keseluruhan, rangkaian acara MUSCAGAB berlangsung khidmat, tertib, dan penuh ghirah, mencerminkan semangat para kader dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah serta membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin di Kabupaten Kebumen.

Rihlah Penuh Kehangatan, QLC Ibu-ibu Pererat Ukhuwah di Rahayu River Tubing

Kebumen — Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan rihlah yang diselenggarakan oleh QLC (Al-Qur’an Learning Center) Ibu-ibu pada Jum’at, 16 Januari 2026. Bertempat di Rahayu River Tubing, kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menguatkan jalinan ukhuwah yang telah terbangun dari majelis Al-Qur’an.

Rihlah ini diikuti dengan antusias oleh para jamaah ibu-ibu QLC. Menariknya, kebersamaan semakin terasa karena beberapa peserta turut mengajak putra dan putri tercinta, menjadikan acara tidak hanya sebagai rekreasi, tetapi juga ruang kebersamaan keluarga yang sarat nilai.

Kegiatan diawali dengan kebersamaan sederhana, saling sapa dan canda yang mencairkan suasana. Al-Qur’an yang selama ini menjadi titik temu di majelis, kembali menjadi ruh yang mengikat kebersamaan—mengalir seiring derasnya sungai, menguatkan rasa persaudaraan di antara para peserta.

Rahayu River Tubing menjadi saksi keceriaan para ibu yang menikmati petualangan air dengan penuh semangat. Tawa, sorak, dan wajah bahagia menghiasi setiap arus yang dilalui. Nuansa alam yang asri berpadu dengan kehangatan ukhuwah, menghadirkan pengalaman yang tak sekadar seru, tetapi juga menenangkan jiwa.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa rihlah ini terasa istimewa karena bukan sekadar jalan-jalan, melainkan ruang untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat hati, dan menguatkan ikatan yang telah tumbuh melalui interaksi bersama Al-Qur’an.

Kegiatan rihlah QLC Ibu-ibu ini menjadi bukti bahwa majelis Al-Qur’an tidak hanya melahirkan semangat belajar, tetapi juga menumbuhkan ukhuwah yang hidup, hangat, dan menyenangkan. Sebuah perjalanan yang mengingatkan bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan selalu menemukan jalannya—di ruang belajar, maupun di aliran sungai yang penuh cerita.

Rapat Pleno DPD Hidayatullah Kebumen Matangkan Agenda Pelantikan DPC, Rakerda, dan Tarhib Ramadhan

Kebumen — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kebumen menggelar rapat pleno pada Jumat, 16 Januari 2026, bertempat di komplek SMP Integral Hidayatullah Kebumen. Rapat ini menjadi forum strategis dalam mematangkan berbagai agenda penting organisasi ke depan, khususnya pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC), pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), serta persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Rapat pleno dihadiri oleh jajaran pengurus DPD dan perwakilan bidang-bidang strategis. Dalam suasana musyawarah yang penuh semangat kebersamaan, pembahasan difokuskan pada penguatan struktur organisasi melalui pelantikan DPC sebagai ujung tombak dakwah Hidayatullah di tingkat kecamatan. Diharapkan, pelantikan ini menjadi titik awal akselerasi gerakan dakwah yang lebih terstruktur, masif, dan menyentuh kebutuhan umat.

Selain itu, rapat juga membahas teknis dan substansi Rakerda yang akan menjadi arah kebijakan dan program kerja Hidayatullah Kebumen dalam satu periode ke depan. Rakerda dirancang tidak hanya sebagai agenda formal organisasi, tetapi sebagai momentum konsolidasi ideologis dan strategis dalam membangun peradaban berbasis tauhid melalui jalur pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi umat.

Dalam rapat pleno tersebut, perhatian khusus juga diberikan pada agenda Tarhib Ramadhan. DPD Hidayatullah Kebumen merencanakan kegiatan penyambutan Ramadhan yang bernuansa internasional dengan mengundang syaikh dari Mesir, insya Allah. Kehadiran ulama dari negeri Al-Azhar ini diharapkan dapat menguatkan ruhiyah umat, meneguhkan semangat keilmuan, serta mempererat hubungan keislaman lintas bangsa.

Rapat pleno ini sekaligus menegaskan komitmen DPD Hidayatullah Kebumen untuk terus menggerakkan dakwah strategis yang responsif terhadap tantangan zaman. Dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas seremonial, tetapi sebagai gerakan perbaikan umat yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada solusi atas persoalan keumatan di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan sinergi pengurus dan soliditas jamaah, DPD Hidayatullah Kebumen optimis agenda-agenda besar yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kebangkitan umat di Kabupaten Kebumen.

Pemuda di Persimpangan Zaman: Meneguhkan Tauhid, Menghidupkan Peran, Menjawab Krisis

Sejarah bangsa dan peradaban selalu mencatat bahwa perubahan besar hampir tak pernah lahir dari generasi yang lelah dan kehilangan arah. Ia justru lahir dari tangan-tangan pemuda yang jiwanya menyala, pikirannya jernih, dan orientasi hidupnya tegak lurus kepada kebenaran. Namun hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan pahit: peran strategis pemuda kian memudar, bukan karena kekurangan potensi, melainkan karena krisis orientasi, mental, dan nilai yang semakin menggerus fondasi kehidupan generasi muda.

Indonesia tengah menghadapi fenomena krisis mental pemuda yang tidak bisa dipandang remeh. Tekanan hidup, budaya instan, dominasi media sosial, serta tercerabutnya nilai spiritual membuat banyak pemuda kehilangan makna hidup. Mereka bergerak, tetapi tanpa arah. Mereka aktif, tetapi tidak produktif secara peradaban. Di sinilah pertanyaan besar itu mengemuka: masihkah pemuda mampu membaca zaman dan bergerak sebagai solusi? Dan lebih khusus lagi, mampukah Pemuda Hidayatullah hadir sebagai kekuatan ideologis yang menawarkan jalan keluar berbasis tauhid?

Tauhid sejatinya bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi pergerakan. Ia membentuk cara berpikir, cara bersikap, dan cara memaknai hidup. Ketika tauhid menjadi pusat orientasi, pemuda tidak mudah goyah oleh arus pragmatisme, hedonisme, dan relativisme moral. Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-‘Ashr bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Ayat ini bukan sekadar nasihat individual, melainkan seruan peradaban yang sangat relevan bagi pemuda sebagai pemilik waktu, energi, dan potensi terbesar dalam kehidupan.

Sejarah Islam memberikan teladan nyata bahwa pemuda adalah tulang punggung perubahan. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memeluk Islam di usia belia dan menjadi simbol keberanian, kecerdasan, serta keteguhan akidah. Dalam usia muda, ia telah berdiri di garda terdepan membela Rasulullah ﷺ, menjadi hakim yang adil, sekaligus pemimpin umat yang berlandaskan tauhid. Demikian pula Mush’ab bin ‘Umair, pemuda Quraisy yang meninggalkan kemewahan demi dakwah, dan dengan keikhlasannya menjadi sebab terbukanya Madinah sebagai pusat peradaban Islam. Sejarah ini menegaskan bahwa usia muda bukan penghalang kepemimpinan, selama iman dan visi peradaban tertanam kuat.

Di masa yang lebih dekat, sosok-sosok pemuda Muslim seperti Hasan Al-Banna menunjukkan bahwa kesadaran tauhid yang dipadukan dengan kerja terorganisir mampu melahirkan gerakan besar yang mengubah kesadaran umat. Ia memulai dakwahnya sebagai pemuda, namun visinya melampaui zaman. Ini menjadi pelajaran penting bahwa krisis umat tidak bisa dijawab dengan gerakan reaktif dan sporadis, tetapi membutuhkan pemuda yang memiliki pandangan hidup Islam secara menyeluruh dan kesediaan untuk berjuang dalam jangka panjang.

Krisis mental yang hari ini melanda pemuda sejatinya bukan semata persoalan psikologis, tetapi krisis makna hidup. Ketika hidup dipersempit hanya pada capaian materi dan pengakuan sosial, jiwa menjadi rapuh. Tauhid hadir sebagai obat yang mengembalikan manusia pada fitrahnya: hamba Allah yang hidup dengan misi. Pemuda yang bertauhid tidak menggantungkan harga dirinya pada validasi manusia, tetapi pada ridha Rabb-nya. Dari sinilah lahir ketangguhan mental, kesabaran dalam perjuangan, dan keberanian untuk berbeda di tengah arus mayoritas.

Dalam konteks kekinian, tantangan pemuda semakin kompleks. Arus informasi yang deras bisa menjadi pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sarana dakwah dan pencerahan, namun juga dapat menjadi alat perusak akidah dan adab jika tidak dibingkai oleh nilai. Oleh karena itu, pemuda hari ini dituntut bukan hanya melek teknologi, tetapi matang secara ideologis. Pemuda Hidayatullah memiliki peluang besar untuk mengambil peran ini: menjadi penjaga nilai, penyambung risalah dakwah, sekaligus pelaku perubahan sosial yang berakar pada tauhid dan berpihak pada umat.

Munas Pemuda Hidayatullah seharusnya tidak dimaknai sekadar agenda organisasi, tetapi momentum ideologis untuk meneguhkan kembali jati diri pemuda sebagai agen perubahan. Di forum inilah arah pergerakan ditata, visi diperjelas, dan komitmen diperbarui. Pemuda yang hadir bukan hanya membawa gagasan, tetapi kesiapan berkorban, berproses, dan berjuang dalam jalan dakwah dan tarbiyah. Sebab sejarah tidak mencatat mereka yang menunggu perubahan, tetapi mereka yang bergerak dan menciptakannya.

Akhirnya, pemuda adalah fase singkat yang menentukan arah hidup dan wajah peradaban. Jika masa muda diisi dengan tauhid yang kokoh, ilmu yang benar, dan amal yang terarah, maka ia akan melahirkan generasi pemimpin yang mampu menuntun umat keluar dari krisis. Pemuda Hidayatullah memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjawab tantangan zaman ini—menjadi pemuda yang tidak larut dalam kegalauan zaman, tetapi berdiri tegak sebagai pewaris risalah, penjaga nilai, dan pelopor kebangkitan umat.

Tahniah untuk Pemuda Hidayatullah yang baru saja menggelar MUNAS di Jakarta.

Musyawarah Gabungan DPD Hidayatullah Kebumen dan Purworejo Teguhkan Semangat Dakwah dan Kepemimpinan

Kebumen — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kebumen dan Purworejo menggelar Musyawarah Gabungan (Musdagab) pada Ahad, 7 Desember 2025, bertempat di Kampus SMP Integral Hidayatullah Kebumen. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan arah perjuangan dakwah di wilayah Kebumen dan Purworejo.

Musdagab berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, khidmat, dan semangat jihad dakwah. Para peserta yang terdiri dari pengurus, kader, dan perwakilan amal usaha Hidayatullah mengikuti rangkaian agenda dengan antusias, mulai dari evaluasi program, pemaparan arah kebijakan, hingga penetapan kepemimpinan daerah.

Melalui proses musyawarah yang mengedepankan nilai-nilai syura dan keikhlasan, forum secara mufakat kembali menetapkan Ustadz Faqih sebagai Ketua DPD Hidayatullah Kebumen untuk melanjutkan amanah kepemimpinan. Sementara itu, Ustadz Subhan Birori dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD Hidayatullah Purworejo. Penetapan ini disambut dengan doa dan harapan besar agar kepemimpinan yang terpilih mampu membawa Hidayatullah semakin kokoh dalam membina umat dan membangun peradaban Islam.

Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan bahwa Musdagab bukan sekadar agenda struktural, melainkan wasilah untuk memperbarui niat, menyatukan langkah, dan menguatkan komitmen dakwah berbasis tauhid, pendidikan, dan pembinaan umat. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut sinergi, keteladanan, serta kerja dakwah yang terorganisir dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya Musyawarah Gabungan ini, DPD Hidayatullah Kebumen dan Purworejo diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang berdampak nyata bagi umat, serta terus menghadirkan cahaya dakwah Islam di tengah masyarakat dengan penuh hikmah dan keberkahan.