Ustadz-Ustadzah Berdaya, Sekolah Integral Jaya
Dalam tradisi Islam, guru bukan sekadar pengajar ilmu, melainkan murabbi yang membentuk akhlak, iman, dan peradaban Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat, serta penghuni langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya dan ikan di laut, mendoakan (bershalawat) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menegaskan betapa agung, betapa mulia, betapa luar biasa peran ustadz dan ustadzah dalam kehidupan umat, sebagai cahaya penerang jalan kebenaran. Kemuliaan peran itu tidak boleh berhenti pada penghormatan semata, melainkan harus diiringi dengan ikhtiar nyata pemberdayaan. Sekolah integral sebagai lembaga pendidikan Islam wajib memastikan ustadz-ustadzah berdaya secara ruhiyah, akademik, sosial, dan ekonomi, sehingga mereka mampu berdiri tegak, menginspirasi generasi, menebar manfaat, dan membangun peradaban Islam yang unggul, berwibawa, penuh keberkahan.
Pemberdayaan guru adalah fondasi pembangunan peradaban bangsa. Tanpa guru yang kuat, bangsa akan rapuh; dengan guru yang berdaya, bangsa akan jaya. Lembaga Pendidikan Islam punya tanggung jawab untuk menguatkan dan memuliakan para guru, agar mereka terus menjadi pilar kokoh umat, mercusuar harapan bangsa, sekaligus penggerak utama pembangunan peradaban yang bermartabat.
Optimalisasi Potensi Ustadz-Ustadzah
Allah berfirman:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9).
Ayat ini menegaskan keutamaan ilmu dan orang yang mengajarkannya. Maka, ikhtiar pemberdayaan ustadz-ustadzah harus mencakup:
• Tarbiyah ruhiyah: menjaga kekuatan iman, tauhid, dan ibadah agar menjadi teladan.
• Pengembangan kompetensi: pelatihan pedagogik, teknologi pendidikan, dan manajemen kelas.
• Kaderisasi ilmu: mendorong mereka menulis, meneliti, dan berbagi ilmu.
• Pemanfaatan teknologi Islami: penggunaan media digital untuk dakwah dan pembelajaran dengan adab yang benar, sehingga guru mampu menebarkan ilmu secara luas tanpa kehilangan ruh keislaman. Sebagaimana dicatat oleh Nurnaningsih Bacaka dalam Guru dalam Perspektif Islam: “Guru dalam Islam bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga pembimbing spiritual yang bertugas menanamkan nilai-nilai ilahiyah.”[^1
Kebijakan dan Sistem Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan integral harus menegakkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan ustadz-ustadzah. Prinsip syura (musyawarah) sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Asy-Syura: 38 menjadi dasar manajemen. Dengan melibatkan ustadz-ustadzah dalam pengambilan keputusan, mereka merasa memiliki lembaga.
Selain itu, sistem penghargaan dan kesejahteraan harus ditegakkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis ini menegaskan pentingnya keadilan dalam memberikan hak finansial. Lingkungan kerja islami juga harus dibangun, dengan budaya ukhuwah, saling menasihati dalam kebaikan, dan menjauhi perselisihan.
Dalam kajian yang dilakukan oleh IAIN Kediri disebutkan: “Kebijakan lembaga pendidikan Islam yang berpihak pada guru akan melahirkan loyalitas, semangat dakwah, dan keberlanjutan pendidikan yang berkualitas.”[^2]
Potensi Ekonomi yang Dioptimalkan
Sekolah integral dapat mengembangkan potensi ekonomi berbasis syariah. Misalnya:
• Pengelolaan kantin/jajan siswa dengan prinsip halal, thayyib, dan sehat.
• Unit usaha sekolah seperti koperasi syariah, percetakan buku Islami, atau produk kreatif siswa.
• Kemitraan dengan masyarakat melalui usaha bersama berbasis syariah.
Dengan demikian, ustadz-ustadzah tidak hanya berdaya secara akademik, tetapi juga memiliki dukungan ekonomi yang menopang keberlangsungan dakwah.
Kajian Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo menekankan: “Guru yang sejahtera secara ekonomi akan lebih fokus pada tugas mendidik, karena tidak terbebani oleh masalah finansial.”[^3]
Penguatan Visi Dakwah
Sekolah integral tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi pusat dakwah dan pembinaan umat. Visi dakwah harus ditegaskan agar setiap aktivitas pendidikan berorientasi pada pembentukan generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen pada perjuangan Islam.
Dengan visi dakwah yang kuat, ustadz-ustadzah akan merasa bahwa tugas mereka bukan hanya profesi, melainkan bagian dari jihad pendidikan. Hal ini akan menumbuhkan semangat pengabdian yang ikhlas, serta menjadikan sekolah sebagai mercusuar peradaban Islam.
Kemandirian Lembaga
Kemandirian lembaga pendidikan adalah syarat agar sekolah integral tidak bergantung pada pihak luar. Sistem ekonomi internal yang kuat perlu dibangun melalui usaha-usaha berbasis syariah, pengelolaan aset produktif, dan pengembangan jaringan kemitraan Islami.
Dengan kemandirian, sekolah mampu menjaga independensi visi dakwah, memastikan kesejahteraan ustadz-ustadzah, serta menghindari intervensi yang dapat melemahkan ruh perjuangan Islam. Kemandirian juga menjadikan lembaga lebih berwibawa dan berkelanjutan dalam menjalankan misi pendidikan.
Pemberdayaan ustadz-ustadzah adalah amanah besar. Mereka adalah pewaris para nabi, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud).
Dengan penguatan ruhiyah, kebijakan yang adil, dukungan ekonomi berbasis syariah, visi dakwah yang jelas, serta kemandirian lembaga, ustadz-ustadzah akan berdaya sebagai pendidik, teladan akhlak, dan penggerak masyarakat. Ikhtiar ini bukan sekadar strategi manajemen, melainkan bagian dari dakwah dan jihad pendidikan. Jika sekolah integral mampu memberdayakan ustadz-ustadzah, maka ia akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap membangun peradaban Islam.
Referensi
[^1]: Bacaka, N. (2021). Guru dalam Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 45–56.
[^2]: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. (2020). Peran Ustadz dan Ustadzah dalam Pendidikan Islam. Kediri: IAIN Kediri Press.
[^3]: Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri. (2019). Guru sebagai Pembimbing Spiritual dalam Pendidikan Islam. Kediri: UIT Lirboyo.
Penulis
KH. Akhmad Yunus, M.Pd.I Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Yayasan Al Iman Kebumen. Mengelola Daycare dan RA Yaa Bunayya, SDIT Al Madinah, SMP Integral Hidayatullah, Kebumen

